The Making of Chinese Democracy (part 3)

The Making of Chinese Democracy (1994-2008)

The Making of Chinese Democracy

The Making of Chinese Democracy

1999: THE ALBUM GETS A NAME

Universal pun akhirnya mengambil langkah merger Geffen ke Interscope, dan setidaknya 100 staff Geffen harus menjadi pengangguran. Presiden Interscope, Jimmy Iovine pun menjadi mandor utama penggarapan proyek album baru Guns ini. Karena banyaknya para staff yang keluar dari proyek ini, Axl pun mengambil langkah mogok rekaman. Doug Goldstein yang menyarankan pihak Geffen untuk merilis album live Guns pun tak bisa menyelamatkan keadaan ini. Rumor bahwa Axl akan merilis album baru ini pada musim panas 1999 dan membawa GN’R menjadi headline di beberapa festival semakin menguat ketika Guns menyatakan tertarik untuk tampil di Lollapalooza. Namun, pengerjaan album baru sepertinya lebih kuat daripada melakukan tur.

Sehari setelah masa tenggang peluncuran album berakhir, 1 Maret, beredar rumor bahwa Guns bakal merilis single untuk sebuah soundtrack film. Beberapa bulan kemudian, sebuah versi “Sweet Child O’ Mine” (yang menampilkan formasi Use Your Illusion) dan versi rekaman ulang pada tahun 98 muncul dalam film yang dibintangi Adam Sandler, Big Daddy. Kepada MTV, supervisi musik Lori Lahman mengatakan bahwa versi pertama diambil ketika mereka live di Paris (dengan formasi Axl Rose, Slash, Duff, Gilby dan Matt). Dan versi kedua dipercaya merupakan rekaman terakhir formasi (Rose, gitaris Finck dan Paul, drummer Josh, bassis Tommy, dan keyboardis Dizzy). Pada saat bersamaan muncul sebuah rumor bahwa album baru Guns akan diberi judul 2000 Intentions. Pengerjaan lagu live “Sweet Child O’ Mine” bukan suatu kebetulan, memang sengaja dikerjakan untuk menenangkan pihak Interscope  dengan sebuah album live Live Era ’87-’93.

Menurut Axl, Del James bekerja keras mencari versi mana yang terbaik yang akan dimunculkan di album live nanti. Duff juga menyatakan, bahwa album ini hasil kerja keras Slash dan Axl dalam melakukan pemilihan versi secara terpisah dan komunikasi dilakukan melalui perantara, manager dan staff label. Sedangkan Steven, Izzy dan yang lainnya hanya terlibat untuk hal-hal kecil. Album yang akhirnya selesai digarap dan dirilis pada 30 November ini tidak mendapatkan respon yang diharapkan. Pada saat itu kejadian yang paling menarik mungkin yang dialami Matt, karena dia hanya ditulis sebagai ‘additional musician’. Mungkin ini adalah balasan dari Axl karena Matt pernah berkomentar tentang Axl, “Axl got metaphysical and started spending a lot of time in Sedona, Arizona. These people were taking advantage of a guy with millions to blow on lunacy.”

Robin Finck (2006)

Robin Finck (2006)

Pada bulan Juli, saat Axl sibuk mengerjakan album live, kegiatan dalam studio pun terhenti untuk beberapa waktu lamanya. Robin Finck pun mengambil opsi karena kontraknya akan habis pada tanggal 1 Agustus.  Robin pun bergabung kembali dengan Trenz yang telah menyelesaikan penggarapan album terbaru NIN, The Fragile. Robin pun tampil dalam ajang MTV Video Music Awards bersama NIN dan promo tur sebulan setelah itu. Dalam sebuah wawancara, Finck menegaskan bahwa dia telah melakukan tugasnya, menulis dan mengaransemen banyak lagu yang cukup dipakai untuk beberapa album, namun semuanya membuat frustrasi karena tak satupun beres, tidak ada lirik yang komplit. Tak ada satupun lagu jadi secara utuh selama saya bergabung 2,5 tahun yang lalu.

“We’d get a song done to an extent and wait for Axl to write a lyrics and/or song. I couldn’t work on songs with titles like “Instrumental 34” anymore.” -Robin Finck-

Pada bulan November, sang manager, Doug Goldstein merasa optimis, menyatakan bahwa 90% musik telah selesai digarap, dan 80% vokal telah selesai, dan yakin album akan selesai pada bulan Februari atau Maret dan siap dirilis pada musim panas mendatang.

Hengkangnya Finck cukup menyedihkan bagi Axl. Gitaris kawakan Queen, Brian May, yang kemudian diminta membantu merekam beberapa lagu. Menurut pengakuan Axl kepada May ketika memintanya berpartisipasi, bahwa dia sedang berada diposisi yang sulit karena gitaris yang telah bekerja sama dengannya dan mengerjakan hampir semua lagu memutuskan hengkang, dan dia sangat terikat secara emosional dengan hasil kerja Finck. Namun dengan hengkangnya Finck, Axl menginginkan semuanya direkam ulang. Sebuah pattern yang akan terus diulang oleh Axl beberapa tahun ke depan.

Dizzy Reed (2008)

Dizzy Reed (2008)

Setelah hengkangnya Finck, Guns pun mulai menggarap sebuah lagu yang akan dimasukkan dalam sebuah soundtrack film End of Days, yang dibintangi Arnold Schwarzenegger. “Oh My God”, sebuah lagu lama yang ditulis oleh Paul dan Dizzy sekitar tahun 97, yang mana pernah direkam oleh produser Moby. Gitar yang pernah diisi Finck pun dihapus dan diganti oleh gitaris Jane’s Addiction/Red Hot Chili Peppers, Dave Navarro. Tidak banyak cerita tentang masuknya Dave, dia hanya ditelepon untuk datang dan mengisi beberapa bagian gitar, dan tidak banyak arahan yang diminta kepadanya. Dia hanya sekali mendengarkan Axl bicara melalui speakerphone ketika menelepon studio, dan memintanya lebih bermain dengan feel.

Dalam sebuah edisinya, Metal Hammer melaporkan, bahwa Guns akan merilis album baru pada bulan Oktober, dengan produser Sean Beavan, dan formasi baru dengan tambahan informasi dari sumber terdekat Guns, bahwa mereka tetap mengusung sounds lama Guns, tidak ada indikasi bahwa mereka akan memperkenalkan musik tekno/industrial. Pada bulan November, album baru ini pun diberi nama secara resmi dalam sebuah wawancara dengan MTV. Ketika diminta menjelaskan apa arti nama Chinese Democracy, Axl menjawab: “Well, there’s a lot of Chinese democracy movements, and it’s something that will be nice to see. It could also just be like an ironic statement. I didn’t know, I just like the sound of it.”

Setelah selesai mengerjakan “Oh My God”, Josh dan Billy pun terlibat kerjasama dalam mengisi waktu luang mereka. Sebuah proyek pun dibuat, A Perfect Circle dan merekam sebuah album yang diberi judul Mer de Noms, yang terjual hingga 1,7 juta keping. Sementara waktu luang Josh tertuang dengan direkamnya drum, kejenuhan Billy muncul karena dia selalu bekerja pada malam hari. Pada akhirnya Billy hanya didaftar untuk ‘digital editing’ untuk lagu “There Was A Time” di album Chinese Democracy.

Pada akhir November Axl memperdengarkan sekitar 12 lagu kepada majalah Rolling Stone, dan berkomentar bahwa musik baru Guns merupakan perpaduan Physical Grafitti milik Zeppelin dengan Beck dan NIN. Lagu-lagunya masih mengusung hard rock ala Guns dan pop ballads warisan UYI, namun dikemas juga dengan teksture sounds yang lebih modern. Malam itu Axl memperdengarkan lagu bernuansa grunge yang kemudian diberi judul “Chinese Democracy”, “Catcher In The Rye”, “I.R.S.”, “The Blues”, sebuah instrumental berjudul “Oklahoma” dan “TWAT”. Mereka menambahkan, bahwa Axl memandang album ini merupakan serangkaian ungkapan perasaannya terhadap berbagai perselisihan yang dialaminya dengan para mantan Gunners, kesedihannya atas perpisahan dengan supermodel Stephanie Seymour, dan berharap suatu hari nanti, Dylan, putra Stephanie bisa mendengarkan album ini, setidaknya sedikit mengetahui latar belakang dibuatnya album ini.

Setelah Dave Navarro, Brian May pun masuk ke dalam arena. Brian pun datang dan bermain untuk tiga demo. Namun Axl menginginkan lebih dari sekedar solo.  Dia ingin mereka note-per-note, dan Axl bekerja extra keras pada saat itu, mulai dari jam 5 pagi sampai jam 7 pagi berikutnya. Salah satu yang dikerjakan Brian saat itu adalah lagu “Catcher In The Rye” yang kemudian demonya bocor di internet. Dalam demo tersebut, solo gitar Brian masih ada,  walau akhirnya tidak muncul dalam album Chinese Democracy Setelah Brian, mantan gitaris Marilyn Manson, Zim Zum (yang juga bermain dalam album yang diproduseri Sean Beavan, Mechanical Animals) pun masuk arena. Sebagaimana Stevie Salas (yang pernah bermain dengan George Clinton dan Mick Jagger). Salas berkomentar, dia hanya melakukan sesi latihan, masing-masing memegang Pro Tool, dan selama berjam-jam merekam apa yang mereka kerjakan, setidaknya konsep rekaman itu yang ditangkap oleh Salas.

“They (engineers/producer) would shift through hours of music to search for one section that perhaps would be a great part of a song then they would take that piece of music and start the process over. I thought they were all mad.” – Stevie Salas-

Buckethead (2004)

Buckethead (2004)

Richard Fortus, salah seorang teman lama Tommy,  juga masuk dalam daftar sebelum Axl akhirnya menentukan pilihan kepada avant-garde shredder Brian Carroll atau lebih dikenal dengan sebutan Buckethead. Axl mengundang Buckethead pada saat Natal, ketika dia mengharap sebuah hadiah topeng kulit, dan tak satupun memberinya, Axl memberi sebuah kejutan,  sebuah topeng kulit.

2000: GOD SAVE THE QUEEN

Milenium baru menjadi saksi lambatnya perputaran waktu di dunia Guns. Sean Beavan berhenti dari proyek pengerjaan Chinese Democracy, dan menjawab dalam sebuah wawancara ketika ditanyakan apakah materi album telah selesai direkam, dan dia menjawab: “I think we worked on 35 songs or something. But the guy just continually creates, and as people changed into and out of the band, a lot of things got re-tracked….” Dan pada bulan April Interscope memanggil produser legendaris yang pernah menangani Queen, Roy Thomas Baker.

Brian Mantia (2005)

Brian Mantia (2005)

Dibawah arahan Baker, semua demo pun dilakukan rekaman ulang. Buckethead pun membawa temannya, mantan drummer Primus, Brian Mantia yang dikenal dengan Brain, untuk mengisi posisi drummer yang ditinggalkan Josh Freese. Tugas yang harus dijalankan Brain cukup berat, karena dia harus merekam ulang apa yang telah dilakukan Josh, note-per-note. Oleh karena itu, mereka menyewa seorang penulis partiture untuk menterjemahkan sekian banyak lembaran partitur untuk dipelajari oleh Brain selama dua minggu. Dan untuk sebuah sounds yang mirip dengan “Smells Like Teen Spirit”-nya Nirvana, Brain harus menunggu datangnya copy-an selama enam bulan. Selama Brain menyelesaikan track demi track, personil yang lain hanya duduk-duduk di studio yang bertarif 2.000 USD/hari  dan nonton kartun. Mengingat hal ini, Tom Zutaut sempat menyatakan: “One area where there was astronomical amouth of money being spent was in rented gear. My recollection is that we were able to shave around $75,000 a month off the budget…”

Pada 22 Juni Axl muncul pertama kali di depan publik sejak tahun 1998, dalam sebuah konser Gilby Clarke di Cathouse, Sunset Boulevard West Hollywood. Gilby sedang jam session dengan Starfuckers ketika Axl mampir dan naik panggung, menyanyikan “Wild Horses” dan “Dead Flowers”.

Pada musim gugur, A&R baru pun dipekerjakan untuk membantu merealisasikan proyek album baru Guns. Dia adalah Bob Ezrin, produser artis-artis legendaris seperti Alice Cooper, Lou Reed dan Pink Floyd. Sebelumnya Cooper sudah memperingatkan bahwa Bob bukan orang sembarangan, dia akan sangat tegas dalam menilai sebuah karya. Dan ketika Bob diperdengarkan demo album Chinese Democracy, Axl menanyakan kira-kira berapa lagu yang layak dijual, Bob hanya menjawab: “Three songs.” Setelah tujuh tahun menggarap? Sekitar bulan Juli, Axl juga sempat menelepon Izzy, menanyakan tentang demo yang pernah dikerjakan Izzy dan Duff pada tahun 95, sebuah lagu berjudul “Down By The Ocean” kemungkinan akan dipakai di salah satu album Guns nanti. Kemudian lagu lama “This I Love” juga masuk dalam daftar mixing, menurut Howard Karp, yang saat itu menjadi asisten Caram dan Baker, lagu itu hanya berisi Axl dan piano. Kemudian salah satu dari 3 lagu yang direkomendasi Bob, “Shackler’s Revenge”, yang waktu itu hanya di kasih judul “Shackler”, berisi permainan Buckethead dan Bootsy Collins, yang kemudian dirilis dalam soundtrack DragonBall Z, The History of Trunks pada Desember 2001, yang akhirnya juga muncul dalam DVD Buckethead Secret Recipe (2005).

Sebenarnya pada bulan Agustus terjadi kemandeg-an proses rekaman. Hal ini kemudian disampaikan Axl kepada Zutaut, yang disebabkan kebuntuan komunikasi antara Axl dan Bob tentang materi album, atau bisa jadi merujuk kepada ditunjuknya Bob dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada, tak kunjung selesai. Hubungan kerja dengan Bob pun mulai memburuk.

Ada kemungkinan saat itu adalah ketika produser Baker memindahkan proses rekaman ke sebuah studio di pinggiran Los Angeles barat, dimana di studio tersebut team engineer pro tools sudah menanti, Eric Caudieux (keyboardis dan gitaris di beberapa album Joe Satriani) dan engineer utama Caram Constanzo.

Pada pertengahan September, para retailer musik pun diberitahu bahwa album Chinese Democracy diperkirakan akan dirilis pada bulan November, yang sepertinya sengaja dilempar untuk mensupport bahwa rekaman sebenarnya sudah selesai, dan karena pendapat dia sebelumnya yang kurang bagus untuk kelangsungan album ini, maka dia mengaku dipanggil untuk melakukan sedikit perbaikan di sana sini, sebelum dirilis ke pasar. Pada akhir bulan Oktober, diumumkan bahwa Guns akan tampil di festival Rock in Rio pada bulan Januari 2001. Konser pemanasan pun mulai direncanakan, dan Guns mulai memasuki sesi latihan pada awal bulan Desember 2000.

Pada tanggal 31 Desember 2000 Guns N’ roses tampil di House of Blues di  Las Vegas. Konser ini merupakan konser resmi pertama sejak Juli 1993. Mereka membawakan beberapa lagu baru seperti “Chinese Democracy”, “The Blues”, dan “Silk Worms”, serta tak ketinggalan single yang dirilis pada tahun  ’99, “Oh My God”. Buckethead dan Robin Finck menjadi duo lead gitar disamping Axl selama 2 jam menuju pergantian tahun. Paul Huge sebagai ritem, Tommy Stinson pada bass, Chris Pitman menyumbangkan suara-suaran efek dan Dizzy Reed memainkan beberapa instrumen. Mengomentari konser pertama mereka, Axl menjelaskan, bahwa Buckethead dan Finck tidak saling kenal ketika di panggung, membutuhkan waktu lama untuk menyatukan keduanya.

“I think they can be cordial to each other, that whole kind of thing, but when they’re actually playing, it gets that kind of alpha male thing going, like: ‘Who’s the real lead guitar player?” -Axl Rose-

BACK NEXT

Iklan