Pulsespot

Menyorot Tajam Rumor Yang Bergulir di Musik Rock & Metal

BOSTON – “Shows, Myths, And Truths”

Boston (2008)

Boston (2008)

Pentolan grup Boston, Tom Scholz baru-baru ini mengeluarkan pernyataan seputar rumor tentang band yang membesarkan namanya tersebut. Adanya selebaran atau iklan yang memakai nama Boston yang memberitakan bahwa mereka akan kembali tampil di kancah musik rock dunia serta mengadakan reuni formasi awal dan lainnya, Scholz menyatakan bahwa Boston tidak akan menggelar tour ataupun tampil dalam event apapun tahun ini. Sementara mereka absen selama musim panas mendatang, para personil Boston akan terlibat dengan proyek masing-masing.

Kimberley Dahme (bassis, bergabung pada tahun 2002) sedang mempersiapkan album solonya You Make Me Believe yang bakal dirilis dalam waktu dekat. Gary Pihl (gitaris) membantu penggarapan album tersebut, mulai dari penulisan lagu, bermain dan memproduksi album. Jeff Neal (drummer, bergabung sejak tahun 2002) dan Scholz juga berkontribusi dalam album tersebut. Michael Sweet (lead vocals, bergabung sejak 2008, menggantikan Brad Delp yang meninggal karena keracunan gas monoxida pada 9 Maret 2007) sedang mempersiapkan tour bersama Stryper musim gugur mendatang untuk mensupport album terbaru mereka Murder By Pride. Tour untuk memperingati 25 tahun mereka berkarir. Gary Pihl dan Scholz berharap bisa mengejar ketinggalan dan mencoba menggarap materi baru. Gary juga sedang mengumpulkan beberapa clip video dari konser mereka untuk dimuat dalam official website mereka. Mereka juga berharap bisa melanjutkan tour besar tahun depan, sembari menyelesaikan materi untuk album terbaru Boston.

But I’m telling you it’s not Boston…

Mungkin sudah banyak tersebar bahwa ada beberapa jadwal konser atas nama band Cosmo, yang menggunakan nama, logo dan lagu-lagu dari Boston, yang mungkin akan membuat para penggemar kebingungan, apakah mereka adalah Boston. Fran Cosmo sendiri tidak tahu kenapa agen yang mempromosikan mereka memakai nama, logo serta lagu-lagu milik Boston. Walaupun sebagian besar iklan sudah ditarik dari peredaran, namun ada beberapa kendala tentang penggunaan secara ilegal nama Boston pada jadwal konser Cosmo. Cosmo yang sering mengcover lagu-lagu lama Boston sebelum Fran bergabung juga menjadi tanda tanya. Akan tetapi selama mereka tidak menggunakan nama Boston, pihak Boston tidak akan keberatan mereka membawakan beberapa lagu Boston, dan memberikan apresiasi yang positif kepada Cosmo.

25 Year Reunion?

Bahwa telah ada beberapa promosi dari sebuah band bernama Ernie and The Automatics yang didukung oleh pewaris Boch car dealer fortune, Ernie Boch Jr., mengaku akan ada reuni memperingati 25 tahun pendiri Boston. Anehnya, dua personil dalam iklan promosi tersebut masih bermain bersama selama bertahun-tahun, jadi promosi tentang reuni memperingati 25 tahun menjadi terdengar aneh. Meskipun keduanya bermain bersama Boston 30 tahun lalu, claim bahwa mereka pendiri Boston juga masih dipertanyakan. Kenyataannya hanya ada dua musisi yang ikut serta dalam debut album yang dirilis oleh Epic Records, yaitu Brad dan Scholz. Sangat mungkin, karena Scholz dan Brad lah yang menulis semua lagu untuk album perdana tersebut, dan merekam 6 demo yang akhirnya membuahkan kontrak rekaman, dan merekamnya di basement milik Scholz, serta membiayai semua penggarapan album tersebut dengan gaji polaroidnya. 90% album perdana tersebut dikerjakan oleh Brad dan Scholz, setelah drum direkam, semua instrument dikerjakan mereka berdua. Satu-satunya musisi yang membantu penggarapan album tersebut adalam drummer Jim Masdea yang dikeluarkan oleh managemen yang direkrut pada tahun 1975, dan Jim adalah drummer yang ada di setiap demo yang dikirim Scholz ke label. Manager yang sama adalah yang bertanggung jawab atas cover belakang album perdana berjudul Boston (1976), yang menggambarkan lima orang musisi, yang kebetulan juga menyertakan Masdea dalam kredit album sejak awal. Iklan yang hanya memasukkan dua musisi dari tour mereka di tahun 70-an atas album yang tidak ada hubungannya dengan mereka, berkesimpulan pada sebuah reuni Boston. Tom tidak ingin memperpanjang masalah yang tidak perlu tersebut.

Mother’s Milk goes sour…

Kembali pada subyek iklan yang membingungkan tadi, beberapa bulan yang lalu, Wikipedia menulis beberapa informasi yang aneh, yang dibuat oleh Barry Goudreau bawah Mother’s Milk adalah cikal bakal band Boston, berita ini juga dimuat di website Goudreau. Scholz mengklarifikasi dia meminta maaf harus menjelaskan kembali sejarah awal band tersebut, karena insan pers terutama musik sudah salah kaprah tentang sejarah band Boston.

Dalam Wikipedia ditulis, “Ketika Goudreau masih kuliah di Boston University, dia mendirikan band dengan nama “Mother’s Milk”. Suatu hari, seorang musisi bernama Tom Scholz bergabung setelah mengetahui ada sebuah iklan di surat kabar mingguan. Scholz yang waktu itu adalah mahasiswa teknik MIT yang bekerja di Polaroid yang peran utamanya adalah sebagau keyboardis, namun dengan cepat mempelajari gitar dan bergabung dengan band Goudreau tersebut. Setelah berlatih di studio pribadi Scholz bersama Brad Delp dan beberapa musisi lokal, Mother’s Milk kemudian berkembang menjadi band yang kita kenal dengan Boston sekarang. Dan Scholz mengambil alih komando band. Pada tahun 1976, setelah bertahun-tahun selalu ditolak oleh label, akhirnya mereka diterima Epic Records setelah Scholz memperbaiki dan merekam ulang demo mereka.

Menurut Scholz, sebagian yang ada di Wikipedia adalah benar, namun sebagian perlu dikoreksi: bahwa Mother’s Milk tidak pernah dikomandoi oleh Goudreau, dia bukan mahasiswa Boston University ketika Mother’s Milk muncul pertama kali, bahwa Scholz tidak bertemu Goudreau di Mother’s Milk, dan tidak pernah ada iklan di surat kabar yang sedang mencari pemain keyboard atau gitaris untuk Mother’s Milk, Scholz tidak bergabung dengan Mother’s Milk dan Mother’s Milk tidak pernah bermain di studio pribadi Scholz, Mother’s Milk bukan cikal bakal Boston dan tidak pernah dikontrak oleh Epic Records, dan hampir semua lagu dalam demo tersebut yang disukai Epic tidak pernah dijual di toko sebelumnya, karena memang sebagian besar belum jadi. Selain itu, yang ada di Wikipedia benar adanya. Wikipedia tidak berhenti sampai disitu, ada beberapa info yang menyatakan “According to Goudreau’s story, he was the founder of the band Boston – and he, Delp and Scholz were more or less equal contributors to the band’s emergence.”

Kenyataannya, sejak Barry Goudreau tidak pernah menulis musik untuk album Boston ataupun demo, dia hanya bermain dua lagu dalam album perdana mereka, tidak terlibat dalam 6 lagu demo yang akhirnya membuat mereka dikontrak Epic Records, tidak berkontribusi dana penggarapan demo dan tidak pernah disebut dalam kontrak dengan Epic Records, jadi klaim diatas sangat tidak relevan (bisa dicek di booklet CD Boston Remaster dan Greatest Hits Remaster) dari beberapa musisi yang terlibat tour bersama Boston, Goudreau adalah yang paling sebentar.

Wikipedia just won’t go quietly…

Kami telah mengkoreksi sejarah perjalanan Boston di Wikipedia Boston, yang telah dihapus oleh seseorang dan diganti dengan cerita palsu yang menyertakan Mother’s Milk. Penggantian ini tidak jauh berbeda dengan cerita awal yang tidak akurat tersebut. Namun Scholz berbesar hati memberikan kredit kepadanya dengan membuat sebuah kisah klasik bak cerita dari negeri dongeng.

Contohnya: Wikipedia menulis “More Than a Feeling”, “Peace Of Mind”, dan “Rock And Roll Band” direkam pada saat sesi demo awal (berarti sekitar tahun 1971), namun semua itu bisa dicek di copyright rekaman yang menunjukkan lagu-lagu tersebut direkam bertahun-tahun kemudian. Wikipedia juga menulis bahwa Fran Sheehan pernah bermain bass untuk Mother’s Milk, dan Scholz membantah hal tersebut, meskipun dia sangat senang bermain bersama Fran. Bertolak belakang dengan apa yang ditulis Wikipedia, Epic tidak pernah memaksakan bahwa demo tape tersebut harus direkam ulang dengan formasi band untuk album perdana mereka (dan memang mereka tidak pernah merekam kembali demo tersebut dalam format band), mereka hanya melibatkan produser John Boylan, dan tidak ada musisi lokal lain yang terlibat selain Jim Masdea dan Brad Delp.

I’m beginning to think you shouldn’t believe what you read on Wikipedia.

Dalam website Goudreau yang tidak ada referensi dengan Mother’s Milk, namun tetap menyebutkan bahwa dia adalah salah satu pendiri Boston selain dua musisi tersebut.

The back story to Mother’s Milk…

Scholz tidak bisa bergabung dengan Mother’s Milk, karena dia telah membentuk sebuah band. Band ini adalah usahanya yang terakhir untuk membuat musiknya bisa diperdengarkan di depan publik. Disamping menginvestasikan uang untuk membeli peralatan dan memasang iklan, Scholz juga menciptakan logo band, membuat iklan sendiri, membangun lighting untuk konser, dan menulis semua materi lagu yang dimainkan oleh band. Scholz sebagai pendiri band, juga tidak percaya bahwa dia akan berpikir tentang sebuah nama yang sangat jelek karena mendengar istilah dalam sebuah acara TV waktu itu. Dia hanya berharap masyarakat tidak terlalu membayangkan mereka seperti Middle Earth, band yang dibentuknya sebelum Boston, yang nama itu cukup membuat dia malu.

Scholz bertemu dengan Goudreau di awal tahun 1970, saat dia di tahun terakhir di MIT, dalam sebuah band bernama Freehold yang didirikan oleh rekannya sesama MIT. Tentang band ini pun, adalah rekan Scholz yang bertindak sebagai vokalis, menyediakan peralatan band, mencari gigs di sekitar kampus, menciptakan nama band, dan menulis sebagian besar lagu yang dimainkan. Freehold memiliki peranan penting dalam formasi awal Boston, yang memperkenalkan Scholz kepada drummer Jim Masdea. Jim adalah musisi pertama yang melakukan rekaman bersama Scholz, dan dia bermain drum di semua demo yang ditulis Scholz.

Bertahun-tahun kemudian, Mother’s Milk tetap tidak berjalan. Scholz pun hampir menyerah tentang nasib band ini. Masuknya Brad dan Barry dalam formasi, ditambah Jim dan Frank Cremoni pada bass. Brad hengkang tak lama setelah formasi terbentuk, dan digantikan oleh seseorang dengan sebutan Rabbit. Karena tujuan utama Mother’s Milk adalah untuk memainkan lagu Scholz secara live, maka Scholz pun menyediakan semua keperluan finansial. Scholz mulai menyerah, setelah Brad hengkang, dan Mother’s Milk pun dianggap selesai.

Setelah tidak terganggu oleh kehadiran dan keterlibatan musisi lain, serta job manggung, Scholz pun kembali ke studio pribadinya dan mengerjakan materi demo yang sesuai dengan apa yang ada di kepalanya. Oleh karena itu dia tidak mau menyertakan musisi lain dalam rekaman kali ini, kecuali drummer Jim Masdea. Setelah membeli sejumlah peralatan bekas, Scholz pun menyelesaikan beberapa lagu baru, yang akhirnya terkumpul enam lagu demo dengan Jim sebagai drummer, sisanya dimainkan sendiri oleh Scholz. Karena dana yang sudah menipis di rekeningnya, Scholz sadar dia sudah pada sesi terakhir dalam bermusik. Setelah menyelesaikan musik di 4 lagu barunya tersebut, Scholz menghubungi Brad kembali dan memintanya untuk bernyanyi di demo tersebut, serta berharap Brad memaafkannya atas kasus Mother’s Milk. Brad pun bernyanyi di semua demo tersebut, dan dengan empat lagu ini, tiga label pun menghubungi Scholz. Dua lagu yang tersisa, salah satunya adalah “More Than A Feeling”, membuat Brad dan Scholz dikontrak Epic Records.

Posisi Mother’s Milk yang sebenarnya, terlepas siapa yang bertanggung jawab atas band ini, tidak ada hubungannya dengan musik yang kemudian dirilis sebagai album Boston. Lagu-lagu yang dimainkan oleh Mother’s Milk adalah lagu-lagu yang ditulis Scholz di rumah, kemudian dibawa pada saat sesi latihan untuk dipelajari. Enam lagu yang dibawa ke label tersebut, tidak pernah direkam, atau dilatih oleh Mother’s Milk. Brad dan Scholz tidak hanya sebagai pendiri band, namun hanya mereka berdua yang ditawari kontrak rekaman pada tahun 1976. Dan hanya mereka berdualah yang menulis seluruh materi dua album pertama Boston.

Masyarakat ingin percaya bahwa segala sesuatu akan menjadi besar secara sesuai perkembangannya. Namun kadang kala sesuatu yang bagus terjadi karena sebuah permulaan baru, lepas dari apa yang pernah mereka coba, seperti kasus Boston ini, dibentuk di sebuah basement dengan bermodal tape recorder berisi rekaman eksperimental yang kurang terkenal. Karena Barry tidak terlibat dalam proses pembuatan demo yang kemudian sampai kepada label Epic, dan hanya bermain sedikit di album perdana Boston, dengan membawa referensi Mother’s Milk sebagai cikal bakal Boston akan menaikkan image Barry. Dia memang bermain di Mother’s Milk, dan itu akan menghubungkannya dengan formasi awal Boston. Epic menghalangi publisitas Mother’s Milk ini, walau Scholz tidak menghiraukannya selama bertahun-tahun sampai kasus itu menghilang dengan sendirinya, hanya saja akhir-akhir ini muncul bak mummy yang terbangun. Mungkin Barry percaya bahwa kasus ini akan mengangkat pengakuannya sebagai pendiri Boston setelah Brad meninggal.

Bubarnya Mother’s Milk membuat Scholz bebas menciptakan lagu yang kemudian menjadi lagu Boston, termasuk “More than a Feeling”, “Peace of Mind”, “Rock And Roll Band”, dan  “Something About You” (yang diberi judul “It Isn’t Easy” pada demo), tanpa terpengaruh secara musikal dari manapun. Jim Masdea dan Brad memberikan kontribusi besar, namun saat itu mereka tanpa band, dan Scholz bekerjasama secara terpisah antara Brad atau Jim. Untuk menghindari sound yang tercipta tidak seperti live band, Scholz harus memejamkan mata ketika memainkan part sebuah lagu dan membayangkan dia sedang berada di depan lautan penonton yang memadati konsernya, sebuah kebiasaan yang selalu terbawa ketika dia sedang berada di panggung. Bayangan bahwa demo tersebut direkam oleh sebuah band juga menjadi pikiran Brad waktu itu, sampai bertahun-tahun kemudian. Seiring dengan berjalannya waktu, beberapa staff marketing mulai mempromosikan Boston sebagai sebuah band, seperti yang dilakukan Cameron Crowe yang mempromosikan Rolling Stone bertahun-tahun kemudian, ada sebuah usaha untuk mengesampingkan kepentingan pribadi Scholz dalam membuat rekaman yang sekarang bisa dilihat sebagai sebuah band.

Fast forward to today…

Saat ini di website pribadi Barry Goudreau, sejumlah kisah berbeda tentang berdirinya Boston yang pernah muncul, yang menjadi sejarah fantasi Mother’s Milk di halaman Wiki yang pernah dikoreksi sudah tidak ada lagi, namun sebagai gantinya muncul cerita baru bahwa Barry adalah salah satu pendiri Boston. Dalam website Barry kali ini ditulis “Kami” dikontrak Epic Records pada tahun 1975 (sayangnya dia tidak dikontrak)… “Kami” sedang menggarap demo (walau hanya Scholz yang menulis musik, membooking studio dan membayar sendiri)… “Kami” menggarap demo bersama (namun Scholz tidak ingat ada orang lain yang membantu mengaransemen lagu-lagu dalam demo tersebut, berkeringan di depan mixer, menulis lagu, menandatangani cek, memperbanyak demo, mengirim surat-surat kontrak, menghubungi label, mengirim banyak surat, mencari informasi tentang label), namun Scholz membenarkan bawah dia dan Barry pernah bersama berkendaraan menuju New York, sekali.

Bicara lebih jauh tentang demo tersebut, dalam biografi Barry masih menampakkan bahwa ‘Scholz mencoba memperbaiki demo agar tidak ditolak lagi oleh label’, yang sebenarnya tidak begitu adanya. Bahwa demo tersebut tidak pernah direvisi bersama musisi luar, Scholz mengerjakannya sendiri di basement yang terisolasi, menulis dan merekam demo baru disana, dengan hanya dibantu oleh Brad dan Jim, untuk membuat musik demi meyakinkan Epic Records. Barry juga menyebutkan ‘karena Tom mempunyai kerjaan tetap, maka dia mulai membiayai penggarapan demo’; namun Barry tidak menulis bahwa Scholz lah yang membiayai semuanya. Ada banyak ketidaksesuaian ditulis, namun Scholz membenarkan bahwa demo yang digarap bersama Barry memang pernah ditolak. Namun selanjutnya semua instrument dikerjakan sendiri oleh Scholz, bukan karena Barry bermain jelek, hanya saja Barry tidak bisa memainkan dengan feel yang diharapkan Scholz, sehingga dia melakukannya sendiri.

Why I don’t like to look back…

Bicara soal ego, ketika pada tahun 1976, Scholz pernah mengusulkan kepada Brad untuk membagi Barry royalti yang sama dengan mereka berdua, tidak hanya dua lagu yang dimainkannya, tapi semua lagu yang ada di album. Setelah bergabung dengan Boston selama tiga tahun, Barry memutuskan hengkang untuk mengejar karir sendiri, namun dia tetap mendapatkan royalti atas kontribusinya kepada Boston yang sebenarnya dia tidak terlibat di dalam proses rekaman, dan dia terus mendapatkannya selama 30 tahun.

“Accepting money for someone else’s work is one thing, taking credit is quite another.” -Tom Scholz-

Boston (1976)

Boston (1976)

===============================================

Artikel Lain

===============================================

Iklan