Sundae Legend

Rockumentary dalam sejarah musik rock & metal.

The Making of Chinese Democracy (1994-2008)

The Making of Chinese Democracy

The Making of Chinese Democracy

Dalam sejarah musik rock, tidak ada semenarik perjalanan kisah pembuatan album mistis Chinese Democracy dari band yang pernah dijuluki the most dangerous band in the world ini. Perjalanan ini akan dimulai pada saat setelah dirilisnya album Spaghetti Incident? pada 23 November 1993, karena beberapa lagu yang ada di album Chinese Democracy dan album selanjutnya telah ditulis pada waktu promo tur dobel album Use Your Illusions.

1994: THE ‘SNAKEPIT’ DEMOS

Januari 1994 – Formasi Guns N’ Roses masih lengkap namun benturan-benturan personal antar personil mulai kelihatan dan semakin serius. Pada 3 Januari, Axl diwawancarai radio Rockline tentang album baru Guns, Axl menjawab bahwa mereka ingin merilis album pada tahun 1996 dan untuk saat itu mereka hanya akan melakukan rekaman sebanyak mungkin, dan ada kemungkinan menggandeng gitaris Queen, Brian May untuk album baru ini.

Axl Rose (1994)

Axl Rose (1994)

Mereka sebenarnya sudah mempunya beberapa lagu siap pakai, bahkan setahun sebelum itu, Axl pernah menyebutkan tentang sebuah lagu, yang 15 tahun kemudian menjadi salah satu lagu di album Chinese Democracy, bahwa lagu bertema cinta ini telah direkamnya dan akan dimasukkan dalam album terbaru mereka nanti, lagu itu diberi judul “This I Love”. Menurut produser/engineer Dave Dominguez, lagu “This I Love” ini sudah direkam pada saat mereka merekam album Spaghetti Incident?, karena mereka menyelesaikan rekaman Spaghetti Incident? sambil promo tur Illusions, rekaman “This I Love” pun tersebar di tiga lokasi, yaitu Paris, London dan Sydney. Butuh waktu sekitar dua minggu untuk mengumpulkan rekaman-rekaman tersebut.

Pada 19 Januari, Axl Rose terbang ke New York untuk menghadiri upacara pengukuhan sang idola Elton John di Rock and Roll Hall of Fame. Dia pun bergabung dengan para musisi yang ada dengan menyanyikan nomor milik The Beatles “Come Together” bersama Bruce Springsteen. Penampilannya ini akan menjadi penampilan terakhir selama enam tahun ke depan.

Snakepit (1994)

Snakepit (1994)

Selama beberapa minggu, Slash terus mengirimkan demo gitar kepada Axl (hasil jamming bersama Gilby Clarke dan Matt Sorum dan Mike Inez, bassis Alice In Chains) dengan maksud menuangkan ide-ide untuk digarap bersama para Gunners lainnya nanti. Namun Axl tidak menunjukkan bahwa dia menyukainya. Bassis Duff McKagan pun menyatakan hal yang sama, tidak terlalu tertarik untuk mengerjakan musik yang dikirimkan Slash. Dan akhirnya demo-demo tersebut muncul dalam solo album Slash’s Snakepit, It’s Five O’Clock Somewhere. Axl mencoba menjelaskan arah musik Guns kedepan akan seperti gabungan musik industrial seperti Nine Inch Nails dan alternatif seperti Jane’s Addiction. Selain itu, Axl dan Duff merasa tidak dilibatkan secara penuh dalam penggarapan lagu-lagu tersebut, bahkan Slash ingin Axl menyanyikannya seperti yang ada dalam demo tersebut. Axl juga merasa bahwa Gilby bukan pengganti yang sepadan sekaliber Izzy Stradlin’. Axl mencoba menjelaskan kepada Slash bahwa arah musik Guns kedepan tidak cocok untuk menggandeng Gilby, Axl menganggap Gilby hanya musisi cabutan, tidak untuk menggarap album. Axl pun memecat Gilby tanpa persetujuan Gunners yang lain. Gilby sudah sejak lama mengetahui nasibnya, jadi dia telah mempersiapkan album solonya, Pawnshop Guitars, yang dirilis Virgin Atlantic pada Juni 1994 dengan menampilkan Duff, Slash dan Axl dalam album tersebut.

“Axl fired Gilby without consulting anyone. His rationale was that Gilby had always been a hired hand and that he couldn’t write with him.” -Slash-

Gilby Clarke (1994)

Gilby Clarke (1994)

Musim Semi 1994 – Perusahaan rekaman Geffen records mulai panik tentang nasib album terbaru Guns N’ Roses  (sebagai informasi, David Geffen telah menjual label ke MCA pada tahun 1990 dan saat itu dia hanya punya 1 tahun sisa kontrak kerja dengan MCA). Geffen menawarkan advance royalti sebesar 10 juta USD dan menyewa sebuah studio rekaman yang cukup besar di Los Angeles, yaitu The Complex studio, yang juga dilengkapi dengan banyak meja bilyar dan mesin pin-ball GN’R. Namun para personil band tidak pernah muncul dan engineers yang ditugaskan mengumpulkan mereka, tidak pernah sanggup mendatangkan keenam Gunners itu dalam satu ruangan. Ditambah pada bulan Mei, Duff harus dilarikan ke Rumah Sakit karena pankreasnya meledak akibat mengkonsumsi alkohol dan narkotika selama bertahun-tahun. Duff pun harus istirahat selama berbulan-bulan.

Agustus – September 1994 – Slash mulai sibuk dengan proyek sampingannya, sebuah band yang tadinya diberi nama SVO Snakepit, terdiri dari Slash Gilby, Matt, Mike dan kemudian berubah menjadi Slash’s Snakepit’s It’s Five O’Clock Somewhere, dengan Mike Clink sebagai produser dan Eric Dover dari band Jellyfish sebagai vokalis. Album ini direkam selama 26 hari, Slash dan Eric menulis liriknya. Ketika album ini selesai, Axl datang dan menginginkan beberapa lagu dalam demo itu untuk digarap lebih lanjut. Namun semuanya terlambat, dan pertengkaran besar pun terjadi.

“Dude – we finished it already. It’s gone” -Slash-

Paul Tobias (1997-2002)

Paul Tobias (1997-2002)

Oktober 1994 – A&R Geffen Tom Zautaut, menyampaikan ide untuk menggarap lagu The Rolling Stones, “Symphathy For The Devil” untuk dimasukkan dalam soundtrack film Tom Cruise dan Brad Pitt, Interview With A Vampire. Slash pun setuju, karena dia mengganggap ini adalah salah satu cara untuk mengumpulkan Gunners ke dalam studio. Namun masalah lain muncul, Axl membawa teman sekampungnya, Paul Huge atau Paul Tobias, untuk menjadi pengganti Gilby tanpa memberitahu yang lain. Mayoritas tidak menyetujui langkah Axl ini, terutama Slash yang secara terang-terangan menyebut Huge tidak bisa bermain dengan benar. Sebagai jalan tengah, melalui manager Doug Goldstein, Paul pun hanya mengerjakan tugasnya di studio pribadi Axl, terpisah dengan Gunners yang lain, yang melakukan rekaman di Rambo studio, bersama Clink. Axl pun merekam suaranya disaat yang lain sudah pulang. Kehadiran Paul ini menambah masalah semakin ruwet. Axl melalui perantaranya menyatakan, dia ingin  solo gitar Slash seperti Keith Richard note-per-note, maka Paul pun mengisi note-per-note diatas solo gitar Slash, dan ini sangat membuat Slash marah. Slash mencoba bertemu Axl dan Slash mencoba mengutarakan kekesalannya, namun Axl bersembunyi di balik sebuah majalah ketika bicara dengan Slash. Ini adalah salah satu pertengkaran terhebat, ketika Axl membawa gitaris luar tanpa sepengetahuannya. Pada bulan Desember 1994, “Symphathy For The Devil” dirilis sebagai single Guns N’ Roses.

“”It was like really bad plagiarism. If you’ve ever wondered what a band sounds like when it’s breaking up, listen to our cover of  ‘Sympathy for the Devil.'” -Slash-

Kekesalan Slash berujung pada rencana promo tur Snakepit di Amerika Serikat, Eropa, Jepang dan Australia. Axl pun melarang Matt untuk ikut dalam tur, atau harus menanggung konsekuensi berat. Matt pun mengerjakan materi album Guns bersama Duff dan Axl. Sedangkan Slash tour bersama Brian Tichy dan James LoMenzo.

1995: A WALK ON THE WYLDE SIDE

Zakk Wylde (1995)

Zakk Wylde (1995)

Pada Januari 1995 – Gunners berkumpul kembali untuk latihan, kali ini Axl berencana memasukkan gitaris baru, Zakk Wylde, yang waktu itu sedang rekaman album Ozzy Osbourne, Ozzmosis. Zakk pun hadir dalam sesi latihan, bersama Slash, Duff, Matt, Dizzy. Tak ada lirik, tak ada melodi. Hanya jam-session. Ketika Zakk menanyakan hal tersebut, Axl hanya menjawab bahwa dia sangat sibuk dengan tuntutan pengadilan yang dilayangkan dua wanita sekaligus, Erin Everly dan Stephanie Seymour, dan dia sama sekali tidak siap dengan lirik dan melodi. Merekapun latihan seminggu penuh, dan menghasilkan 3 pattern lagu yang cukup menjanjikan, satu diantaranya muncul dalam debut Black Label Society, Sonic Brew, dalam lagu “The Rose Petalled Garden”. Keterlibatan Zakk di GN’R ini membuat hubungannya dengan Ozzy mengalami keretakan. Ozzy berharap Zakk masih bisa ikut promo tur pada bulan Agustus, namun Zakk juga tidak mendapatkan jawaban atau komitmen apapun dari GN’R, akhirnya dia pun menyerah.

“Well Zakk, I heard you wanted two millions up front and your own tourbus’.” -Axl-

Izzy Stradlin' (1995)

Izzy Stradlin' (1995)

14 Februari 1995 – Album solo Slash’s Snakepit It’s Five O’Clock Somewhere dirilis dibawah label Geffen Records, dan memulai promo tur serta mereka dijadwalkan tampil di Monsters of Rock Festival pada musim panas 1995. Geffen pun meminta Gunners untuk masuk studio The Complex, Slash mengaku bahwa mereka hanya latihan, tidak menghasilkan satu lagupun, mereka masih bingung dengan musik Guns. Pada bulan April, Izzy tampil bersama Snakepit di Chicago, dan Duff pun menelepon Izzy untuk membantunya menulis lagu. Dalam rentang sepuluh hari, mereka berdua berhasil merekam 10 lagu demo.

28 Juli 1995 – Duff dan Matt tampil dalam sebuah acara amal yang digelar LA club Viper Room bersama Steve Jones (the Sex Pistols) dan John Taylor (Duran Duran) dengan mengusung nama The Neurotic Outsiders. Sekitar waktu itu juga, di studio pribadi Slash, mereka pun mulai melakukan sesi latihan bersama Paul, tapi semuanya tidak berjalan mulus. Malahan Slash dan Duff terlibat bersitegang, hal yang selama ini tidak pernah terjadi. Pada akhir Agustus, Axl dan manager Doug membuat sebuah keputusan yang penting. Mereka mengirimkan draft kontrak baru via fax kepada Slash dan Duff, yang isinya Axl akan keluar dari band dan membawa nama Guns N’ Roses bersamanya. Guns N’ Roses kemudian menjadi sebuah partnership, dimana Axl bebas menentukan siapa yang bergabung, siapa yang harus keluar. Slash dan Duff pun setuju dan menandatangani kontrak tersebut. Pada bulan September, atas berbagai permintaan, Neurotic Outsiders mulai rutin tampil seminggu sekali dalam club tersebut.

NEXT

Iklan