The Making of Chinese Democracy (part 4)

The Making of Chinese Democracy (1994-2008)

The Making of Chinese Democracy

The Making of Chinese Democracy

2001: A SPACED ODYSSEY

Dua minggu setelah tampil di House of Blues, mereka terbang ke Brazil untuk menggelar konser Rock In Rio 2001 dihadapan 190.000 penonton, selama 140 menit dan kembali memperkenalkan untuk pertama kali salah satu lagu baru Guns, “Madagascar”. Konser yang cukup sukses ini, dilanjutkan dengan diumumkannya tur musim panas di Eropa.

Pada bulan Maret, Zutaut sekali lagi ditarik kembali untuk membantu menyelesaikan album Chinese Democracy, karena dia satu-satunya A&R yang bisa membuat Guns merilis sebuah album. Dengan iming-iming bonus yang besar jika dia berhasil menyelesaikan album pada akhir 2001, Zutaut mulai menjalankan rencananya seraya menjelaskan bahwa tertundanya penggarapan album ini karena semua part drum harus direkam ulang ketika Brain direkrut, karena Axl percaya bahwa sebuah album seharusnya mencerminkan energi setiap musisi yang terlibat. Zutaut juga mulai membujuk Buckethead yang ngambek dan frustrasi karena tidak ada proses kreatif serta bersitegang dengan Baker soal beberapa proses kreatif dan permintaan dibangunnya kandang ayam di studio yang tidak dipenuhi. Dua hari kemudian, kandang ayam pun dihadirkan di dalam studio, dan Buckethead memboyong semua mainan dan barang-barangnya ke kandang tersebut. Buckethead pun selalu diajak keliling Disneyland agar tidak rewel.

Proses kreatif pun dilanjutkan, Axl datang ke studio sekali atau dua kali dalam seminggu, dan tim produksi akan mengirimkan berkas data yang direkam seharian untuk didengar Axl pada malam harinya. Zutaut melakukan itu setiap harinya. Salah satu lagu yang menjadi masalah adalah, “Madagascar”, yang menyertakan pidato Martin Luther King yang terkenal itu, ‘I Have A Dream’. Pada awalnya Zutaut tidak begitu paham kenapa pidato itu harus dimasukkan dalam lagu. Axl kemudian menjelaskan bahwa intisari lagu “Madagascar” ada pada pidato tersebut. Dan jika perwakilan MLK tidak mengijinkan Axl memakai pidato itu dalam lagu, Axl mengancam tidak akan memasukkan “Madagascar” ke dalam album tanpa disertakannya pidato tersebut.

Proses kreatif pun berjalan lumayan lancar menuju akhir tahun. Producer Greg Wattenber pun diundang untuk pengerjaan vokal, yang pada akhirnya menghambat proses rekaman vokal. Selama enam minggu dia menunggu untuk bertemu Axl, dan hanya bersedia bicara selama duapuluh menit di studio, dan itu terjadi pada saat jam menunjuk angka 4 pagi hari.

Produser film Black Hawk Down, meminta ijin untuk memakai lagu “Welcome To The Jungle” sebagai soundtrack film. Pada saat acara screening, terjadi salah paham antara Zutaut dan salah satu orang kepercayaan Axl, yang datang beberapa jam kemudian, dan Zutaut pun dipecat. Tak lama setelah itu, Roy Thomas Baker juga mengalami nasib yang sama.

Seperti nasib para A&R sebelumnya, Zutaut hanya bertugas setahun. Sebuah kalimat yang keluar saat dia mengenang masa itu adalah:

“By the time I left, I felt there were probably 11 or 12 tracks that just needed final mixes. I would’ve given it another three months for a few more overdubs and three for mixing. We could have had a record out for September 2002 – worst case scenario, out spring of ‘03.” -Tom Zutaut-

Pada bulan Desember, Guns berkumpul lagi untuk mengadakan dua konser tahun baru di Las Vegas. Pada saat itu, Slash bersama istri barunya Perla Ferrar, sedang berlibur dan memesan tiket untuk konser tanggal 29 Desember. Namun, kemudian perwakilan dari Guns bersama pihak keamanan hotel mendatangi kamar Slash dan meminta dia untuk menjauhi pertunjukkan karena akan mengganggu Axl, walau pada akhir Axl tetap saja pergi meninggalkan panggung karena masalah monitor panggung.

2002: THE QUEEN IS DEAD

Hengkangnya produser Roy Thomas Baker tidak begitu jelas, beberapa mengatakan bahwa dia dipecat karena ‘kecelakaan kecil’ setelah terjadi kesalahpahaman. Berdasarkan kalimat yang keluar dari Baker bahwa dia hanya ‘bisa dipecat sekali’, namun sumber dari dalam Guns menyebutkan bahwa dia keluar dengan harapan dia bisa kembali lagi dan menyelesaikan tugasnya. A&R eksekutif Interscope berikutnya yang masuk dalam arena adalah Mark Williams. Williams adalah A&R terakhir, yang tidak menghasilkan apa-apa kecuali pada saat dia absen dari proyek, dia merilis solo album vokalis No Doubt, Gwen Stefani, merekrut M.I.A. ke Interscope dan terpilih sebagai A&R nomor satu di dunia oleh HitQuarters pada tahun 2005. Dengan ini, menurut dugaan banyak pihak, album pun harus mundur sampai pertengahan akhir 2002. Namun semua tetap bertumpu pada prediksi Zutaut, bahwa album akan dirilis pada September 2002.

Guns kemudian mengumumkan konser musim panas di Jepang dan UK (Carling Leeds Festival) dan rumor beredar mereka akan tur di Amerika Serikat pada musim gugur sampai Natal tiba. Pada bulan Mei, Richard Fortus dipanggil untuk menggantikan Paul Huge. Richard sudah sejak lama berteman dengan Tommy dan Brain, dan ketika mereka membutuhkan pengganti Paul, Richard adalah pilihan utama.

Pada musim panas 2002, semua lagu baru direkam ulang, Richard pun harus merekam bagian yang dimainkan Paul. Dan orkestrasi untuk lagu-lagu baru pun dipesan sebanyak delapan lagu. Komposer musik untuk film Marco Beltrami pun diminta untuk menggarap beberapa aransemen orkestra lagu “Seven”, “Thyme”, “The General” dan “Leave Me Alone” (Sebagai informasi tambahan, pada saat jumpa fans di forum Axl menjelaskan bahwa lagu “Leave Me Alone” pada akhirnya berubah judul menjad Soul Monster, yang juga menjadi lagu favoritnya di album kedua nanti.  Sebelum menjadi “Soul Monster” lagu ini juga berjudul “Elvis Presley and the Monster of Soul”). Pada saat itu, 4 lagu tersebut sudah selesai direkam namun belum ada lirik sama sekali, Marco hanya menambahkan aransemen orkestra diatasnya. Dan sepertinya, keempat lagu itu bakal menjadi andalan album setelah Chinese Democracy. Pada saat yang bersamaan, aranger asal Inggris Paul Buckmaster mengerjakan aransemen orkestra untuk lagu “The Blues”, “TWAT”, “Madagascar” dan “Prostitute”. Kedua komposer tersebut ditulis dalam album sebagai ‘Orchestral arrangements’ on Street Of Dreams (previously know as The Blues), There Was A Time (aka TWAT), Madagascar and Prostitute.

Pada bulan Agustus, Axl mengunjungi China, dan mengadakan konser di Hong Kong.

Bersambung…

BACK