Tag Archives: Heavy Metal

Judas Priest Bakal Rilis ‘A Touch Of Evil – Live’

A Touch of Evil: Live (2009)

A Touch of Evil: Live (2009)

Pioneer metal asal Inggris, Judas Priest dalam waktu dekat bakal merilis sebuah album live yang berisi 11 lagu, yang belum pernah dirilis dalam format live. Album ini rencananya dirilis pada bulan Juli 2009 dan diberi judul Judas Priest – A Touch Of Evil – Live. Semua lagu tersebut akan diambil dari Priest World Tours pada tahun 2005 dan 2008.  Rob Halford menyatakan, mereka akan merayakan peringatan 30 tahun Judas Priest dengan merilis ulang album British Steel dan mereka puas dengan hasil rekaman live tersebut, serta Tom Allom melakukan tugas produksinya dengan baik. Mereka mengerjakan album perdana ini di rumah John Lennon (yang kemudian dibeli oleh Ringo Starr) di Tittenhurst Park, London. Dan dalam tour mereka nanti bersama Whitesnake di Amerika Utara, mereka akan membawakan semua lagu dalam British Steel secara live.

Album yang masih diperkuat formasi Rob Halford, guitaris Glenn Tipton dan KK Downing, bassis Ian Hill, dan drummer Scott Travis ini direkam oleh Martin Walker dan Brian Thorene selama Judas Priest mengadakan promo tour keliling dunia di tahun 2005 dan 2008, A Touch Of Evil: Live juga menandai album pertama yang digarap produser Tom Allom yang telah mengerjakan album Priest sejak tahun 1988  (bersama band). Allom juga mengerjakan album Unleashed In The East, sebagaimana British Steel dan Screaming for Vengeance yang mengukuhkan Priest bukan saja sebagai salah satu pelopor musik metal, tapi juga sebagai salah satu yang terbaik di seluruh dunia.

A Touch of Evil: Live

01. ‘Judas Rising’
02. ‘Hellrider’,
03. ‘Between The Hammer And The Anvil’
04. ‘Riding On The Wind’
05. ‘Death’
06. ‘Beyond The Realms Of Death’
07. ‘Dissident Aggressor’
08. ‘A Touch Of Evil’
09. ‘Eat Me Alive’
10. ‘Prophecy’
11. ‘Painkiller’.

Iklan

Rob Rock Dalam ‘The Voice Of Melodic Metal – Live In Atlanta’

The Voice Of Melodic Metal - Live In Atlanta (2009)

The Voice Of Melodic Metal - Live In Atlanta (2009)

Penyanyi sekaligus penulis lagu Robert Rock atau lebih dikenal dengan nama Rob Rock bakal merilis album The Voice Of Melodic Metal – Live In Atlanta pada 22 Mei mendatang via AFM Records di Eropa dan 30 Juni via Regain/Koch di US dan Kanada. Rob yang juga vokalis band Impellitteri ini, merilis album live pertamanya dalam format CD dan CD/DVD. Album yang diproduseri oleh Ken Young, Rob dan CJ Grimmark ini direkam pada saat mereka tampil di panggung utama festival ProgPower USA IX di Atlanta, Georgia. Album ini juga merupakan DVD resmi pertama Rob setelah 20 tahun berkarir, sehingga dalam DVD ini akan berisi band-band dari masa lalunya, promo tour, sesi latihan dan cuplikan pada saat konser yang belum pernah dirilis sebelumnya. DVD ini juga akan memuat perjalanan karir serta 25 album yang pernah direkam oleh Rob selama 20 tahun ini. Dalam CDnya, Rob juga memasukkan semua materi dalam konser tersebut yang diambil dari empat album solonya, Rage of Creation (2000), Eyes of Eternity (2003), Holy Hell (2005) dan Garden of Chaos (2007).

Rob Rock – The Voice Of Melodic Metal – Live In Atlanta:

01. “Garden Of Chaos”
02. “First Winds Of The End Of Time”
03. “Rock The Earth”
04. “In The Night”
05. “Slayer Of Souls”
06. “Judgment Day”
07. “Only A Matter Of Time”
08. “This Time Is The Last Time”
09. “Savior’s Call”
10. “Metal Breed”
11. “I’m A Warrior”

Dalam konser di festival ProgPower tersebut, The Voice Of Melodic Metal didukung oleh musisi:

Carl John Grimmark (Narnia) – guitar
Andreas Passmark (Divinefire, Narnia) – bass
Peter Halgren – guitar
Tracy Shell – drums
Rob Rock – vocals (Impellitteri, Driver, Joshua)

Rob Rock's Band (2009)

Rob Rock's Band (2009)

Running Wild Gelar Konser Perpisahan

Running Wild (1984)

Running Wild (1984)

Band heavy metal asal Jerman, Running Wild bakal menggelar konser perpisahan tahun ini di Wacken Open Air festival, yang berlangsung pada 30 Juli – 1 Agustus mendatang. Konser perpisahan ini akan diabadikan dalam DVD dan CD terakhir mereka. Pentolan Running Wild, Rolf “Rock’n’Rolf” Kasparek berkomentar, “Saya bangga dengan apa yang telah kami raih selama 30 tahun ke belakang, dan hal ini tidak luput dari peran serta para penggemar kami yang sangat mendukung perjalanan kami. Untuk itu, sebagai rasa terima kasih kami kepada mereka, kami persembahkan konser yang akan diingat selalu oleh mereka.” Running Wild merilis kompilasi “best of”, berjudul Best of Adrian, pada November 2006 lalu via G.U.N. Records. Dalam kompilasi tersebut memuat sembilan lagu sebelum mereka masuk dapur rekaman (meskipun mereka sudah menandatangani kontrak dengan label G.U.N.). Untuk memperingati 20 tahun Wacken Ballroom, Hamburg mempersembahkan legenda metal Jerman ini untuk konser terakhir mereka di panggung megah Eropa, sekaligus memperingati 30 tahun perjalanan karir Running Wild. Rock’n’Rolf (vocals, guitar) akan resmi meninggalkan band ini pada show terakhirnya pada 30 Juli 2009 saat membawakan lagu “Night To Remember”.

Berikut ini pesannya kepada para penggemar berat Running Wild: “Now after 30 years of Running Wild I feel it’s time to lower the flag and to take down the sails to face new challenges. That’s why we want to celebrate the 30 years’ history of the band for a last time at this year’s Wacken Open Air on the occasion of its 20th anniversary with a two-hour headlining Best-Of show on Thursday, July 30th with a lot of surprises to bring it to a dignified end. It’s also planned to record a Live-DVD and CD of that show to make it complete. Now I can look down with calmness on the last 30 years and I feel proud of what I have reached. At the same time, nothing of that would have been possible without your support during the last decades. That’s why I wanna say thanks for all the wonderful moments of that career and I wish you all the best for the future!”

Sebelum konser digelar, akan diadakan pemanasan W:O:A, dengan menggelar pesta di Ballroom Hamburg pada 1 Mei mendatang. Dimulai dengan kontes tattoo Running Wild, beberapa tim dengan kamera akan merekam selama kontes berlangsung untuk nantinya dimasukkan dalam live DVD. Namun, jika para kontestan tidak bisa hadir secara langsung, bisa mengirimkan karyanya ke otti@ballroom-hamburg.com (dengan subyek: “Running Wild Tattoo-Contest”). Final kontes akan diadakan di Wacken, dan pemenangnya akan diundang ke atas panggung selama pertunjukkan berlangsung.  Dan tattoo terbaik akan dicetak dalam booklet DVD mendatang.

Running Wild dibentuk di Hamburg pada tahun 1976 oleh Rolf Kasparek (vokal, gitar), Uwe Bendig (gitar), Jörg Schwarz (bass) dan Michael Hoffmann (drums). Debut album mereka Gates To Purgatory dirilis pada tahun 1984 via Noise Records, dan telah menghasilkan 13 album studio.

Running Wild (2009):

Rolf Kasparek – vocals, guitars
Peter Jordan – guitars
Peter Pichl – bass
Matthias Liebetruth – drums

Riot Era ‘Thundersteel’ Reuni Untuk Album Baru

Thundersteel (1988)

Thundersteel (1988)

Formasi band Riot era album Thundersteel (1988) bergabung kembali dan telah merencanakan untuk keliling Eropa musim panas mendatang. Mereka juga tengah mempersiapkan album studio terbaru mereka setelah 20 tahun. Pada sesi pertama penggarapan lagu, hadir Mark Reale dan Mike Flyntz kemudian disusul oleh Don Van Stavern dan Bobby Jarzombek, mereka berkumpul di San Antonio, Texas dimana sebagian besar lagu-lagu Riot ditulis disana, termasuk album The Privilege of Power. “Berkumpul dalam satu ruangan untuk menulis musik bukanlah hal yang sulit bagi kami, chemistry bisa kembali secara instant ketika kami duduk bersama,” tegas Mark. Materi baru yang ditulisnya bersama Bobby tidak jauh dari apa yang ada di album Thundersteel dan The Privilege of Power, masih berada di jalur yang sama, hanya lebih intens.

Mereka merencanakan selusin demo untuk kemudian akan diisi vokal oleh Tony Moore, dan Mark menggarap lirik serta melodinya. Tony berkomentar, “Don, Bobby, Mark dan Mike telah mengirimkan beberapa instrumental yang sangat menantang dan kaya nuansa, dan saya berlatih siang dan malam untuk melatih vokal the Voice of Steel.” Tony juga sedang mencoba menggali cerita yang menarik yang bisa menjadi inspirasi untuk bisa menyatu dengan musiknya. Album ini rencananya akan direkam selama musim panas, dan sesi penggarapan lagu akan direkam untuk mendapatkan footage clip. Sebagai awal, mereka membuka Youtube channel dan memasang live langka lagu “Fight Or Fall” yang direkam saat mereka tour di Tokyo pada tahun 1989.

Riot didirikan oleh Mark Reale pada tahun 1975 di New York, bersama Peter Bitelli (drums) kemudian merekrut Phil Fiet (bass) dan Guy Speranza (vocals) dan sambil menunggu deal dengan label, mereka merekrut Steve Costello (keyboards). Debut mereka Rock City (1977) dirilis dibawah komando produser Billy Arnell dan Steve Loeb, yang juga pemilik Greene Street Recording Studio dan indie label Fire-Sign Records. Awal perjalanan karir musik Riot tidaklah mulus, pergantian personil dan masalah dengan label menjadi awal perpecahan band. Ditambah lagi Speranza tidak bisa berkomitmen karena pandangan religiusnya, akhirnya digantikan oleh Rhett Forester yang kemudian meninggal tertembak pada saat terjadi perampokan di Atlanta pada tahun 1994. Sedangkan Speranza meninggal karena kanker pankreas pada tahun 2003. Riot era Thundersteel memutuskan bergabung pada 2008 silam, dengan merekrut gitaris Mike Flyntz.

Riot (2008)

Riot (2008)

Bagian Pertama Dari Devin Townsend Project

Ki (2009)

Ki (2009)

Ki, adalah album pertama dari 4 seri album garapan produser dan musisi multi-instrumentalis ternama asal Kanada Devin Townsend (Strapping Young Lad, Steve Vai, Lamb of God, Darkest Hour, Gwar) yang dirilis di bawah bendera Devin Townsend Project, di kawasan Eropa pada 25 Mei mendatang dan di belahan Amerika Utara pada 19 Juni via InsideOut Music. 300 album pertama bakal disertai dengan tanda tangan Devin, dan bisa dipesan mulai sekarang untuk pengiriman tanggal 25 Mei. Di tengah dunia musik yang penuh dengan kemapanan, ketidak-kreatifan, kedangkalan dalam berkarya, Devin adalah salah satu yang masih punya karakter, kharisma dan inovasi yang selalu mengejutkan. Sebagai musisi solo dan produser, mantan pentolan Strapping Young Lad, dimana di tampil dalam Ozzfest dan panggung utama Download Festival, dan sebagai vokalis dalam album Steve Vai Sex And Religion, Devin selalu menjadi inspirator pada penggemar dan kritikus musik. Konsep album Ki, akan lebih sebagai perkenalan, salam pembuka, sedangkan album berikutnya akan lebih dalam dan kuat.

Konsep dari proyek ini juga akan mengusung musisi berbeda tiap albumnya. Untuk album Ki, Townsend memilih sekumpulan musisi dimana dia belum pernah bekerja sama sebelumnya, sebut saja Duris Maxwell, seorang drummer yang ditemukannya di sebuah club di Kanada Utara, yang pernah bermain untuk Heart, Jefferson Starship, dan The Temptations. Kemudian Jean Savoie, seorang pegawai toko musik yang bermain untuk sebuah band cover Beatles, sebagai bassis. Maxwell dan Savoie adalah pilihan yang tepat untuk album ini, karena mereka punya pengalaman memainkan musik berat, dan punya perspektif yang fresh tentang karakter sound album Ki. Kemudian Townsend juga merekrut Dave Young, seorang pemain keyboard yang bermain untuk album Townsend sebelumnya Accelerated Evolution dan Synchestra. Townsend mengerjakan album ini sejak musim dingin tahun lalu.

Album Ki secara spesifik tentang pengendalian amarah, dengan lagu “Heaven Send” sedikit memberi petunjuk bagaimana melatihnya. Album kedua nanti akan diberi judul Addicted, sedikit lebih berat namun tetap menyenangkan, dikuti album ketiga yang bernuansa metal seperti album Strapping Young Lad, yang diberi judul Deconstruction, dan album ke empat yang masih belum diberi judul, adalah sebuah album dengan nuansa ambient.
Ki:
01. A Monday
02. Coast
03. Disruptr
04. Gato
05. Terminal
06. Heaven Send
07. Ain’t Never Gonna Win…
08. Winter
09. Trainfire
10. Lady Helen
11. Ki
12. Quiet Riot
13. Demon League

Devin Townsend Project (2009)

Devin Townsend Project (2009)

Judas Priest Bakal Tampil Retro Setelah 40 Tahun

British Steel (1980-2010)

British Steel (1980-2010)

Legenda heavy metal asal Inggris, Judas Priest akan merayakan 30 tahun album klasik mereka British Steel musim panas ini (album ini dirilis pada bulan April 1980) dengan tampil membawakan keseluruhan lagu dalam album tersebut untuk pertama kali secara live, dan juga akan diselipin beberapa hits klasik serta favorit mereka. Vokalis Rob Halford menyatakan, rencana perayaan sebenarnya masih tahun depan, namun mereka ingin merayakan pestanya lebih awal. Halford menambahkan, bahwa ini adalah kesempatan mereka untuk melakukan sesuatu yang belum pernah mereka lakukan. Membawakan keseluruhan lagu dalam satu album adalah hal yang baru, untuk band yang telah berkarya sejak 1969 ini. Halford juga menyatakan bahwa pada konsernya nanti, mereka akan berpenampilan seperti pada masa lagu tersebut diciptakan. Mereka akan tampil retro, mereka akan berpenampilan sesuai tradisi mereka dengan baju drill, jaket kulit, celana ketat, cambuk, rantai,  dan tata panggung yang sama ketika mereka dulu pernah jaya, serta masih banyak kejutan lagi.

Bersama album Screaming for Vengeance (1982) dan Painkiller (1990), British Steel bisa disebut sebagai salah satu album metal klasik. Dengan album ini, Judas Priest berhasil menembus pasar musik dunia, dengan sepasang lagu yang akhirnya menjadi lagu wajib musik rock & metal di radio seperti “Breaking the Law” dan “Living After Midnight”. Bahkan tak satupun lagu dari album ini bisa dibilang filler, sebut saja beberapa lagu yang sanggup menggebrak dalam setiap konser mereka, “Metal Gods”, “Rapid Fire”, “Grinder”, “United” dan “The Rage”. Diproduseri oleh Tom Allom, album British Steel direkam di Tittenhurst Park Inggris, yang juga adalah mansion salah satu pendiri the Beatles, Ringo Starr, dan sebelumnya adalah milik John Lennon dan Yoko Ono. Pada tahun 2001, album ini diremaster dan dirilis ulang dengan bonus beberapa lagu, serta bertujuan sebagai bagian dari ‘menggali lebih dalam’ DVD seri Classic Albums.

British Steel:
01. Rapid Fire
02. Metal Gods
03. Breaking the Law
04. Grinder
05. United
06. You Don’t Have to Be Old to Be Wise
07. Living After Midnight
08. The Rage
09. Steeler
Judas Priest digawangi vokalis Rob Halford, gitaris Glenn Tipton dan K.K. Downing, bassis Ian Hill, dan drummer Scott Travis, tetap dikenal luas sampai saat ini, ditandai ketika mereka merilis album Nostradamus tahun lalu, yang menduduki tangga album tertinggi sepanjang karir mereka di Amerika Serikat. Dua tahun sebelumnya, mereka dikukuhkan dalam VH1 Rock Honors. Pada musim panas mendatang, mereka bakal tour bersama Whitesnake, dan ini akan sangat dinantikan para fansnya khususnya mereka akan lebih diperkenalkan dengan album British Steel.

Judas Priest (2009)

Judas Priest (2009)

Ronny Munroe Bicara Tentang Album ‘The Fire Within’

The Fire Within (2009)

The Fire Within (2009)

Pentolan band heavy metal Metal Church, Ronny Munroe baru-baru ini diwawancara seputar album solo terbarunya, The Fire Within , yang bakal dirilis 20 April mendatang via Rat Pack. Album yang berisi duabelas lagu ini ditulisnya beberapa tahun ke belakang, namun ada juga beberapa lagu baru, yang ditulis bersama Anthony Nichols dari band Meliah Rage yang menyumbangkan tiga lagu. Sisanya adalah lagu garapan gitaris  Rick Van Zandt. Dengan masih mengusung musik metal, melibatkan beberapa musisi ternama, seperti gitaris Michael Wilton dari Queensryche, Randy Cooper dari band hard rock Texas Hippie Coalition serta Kurdt Vanderhoof yang ikut menulis sebuah lagu yang juga bertindak sebagai engineer merangkap produser. Bersama Kurdt, Ronny yang juga bertindak sebagai co-produser, menginginkan sesuatu yang sedikit berbeda dari album Metal Church. Dia tidak ingin penggemarnya menganggap bahwa album ini adalah album Metal Church. Sedangkan artwork dikerjakan oleh teman lamanya Joel Price dari band My Disgrace, yang juga satu band dengan Rob Young, sahabat Ronny.

Mengenai judul album The Fire Within, Ronny mengungkapkan bahwa untuk mencapai level dia sekarang ini tidaklah mudah, dia telah bernyanyi selama hampir 30 tahun, mulai dari tribute band sampai band Top 40. Ronny memulai karirnya di kancah musik lokal di Seattle selama sebelas tahun sebelum menyerah karena keputusasaan, bahkan berbelok arah dengan bernyanyi untuk sebuah homeband club. The Fire Within sedikit banyak bercerita tentang hal tersebut seperti tertuang dalam lagu “Far”, “Desperate Man”, “Demon Opera” dan “Ride Me”, yang diibaratkan seperti api yang terus membara dalam jiwanya sebagai seorang musisi, menyampaikan pesan lewat lagu-lagunya, hasrat itu selalu ada, yang nampak jelas disuarakan juga dalam lagu “What You Choose To Call Hell (I Call Home)”. “It is just a burning desire and a lot of perseverance I guess. It is either perseverance or stupidity one of the two”, terangnya sambil tertawa. Ada juga sebuah lagu yang terinspirasi oleh lagu “Silver Mountain” dari Rainbow, yang dinyanyikan oleh Ronnie James Dio dan dikasih judul “Man On The Silver Mountain”. Sejak saat itu dia ingin menjadi vokalis karena terus terngiang oleh lagu tadi dan akan me-remake lagu tersebut jika nanti punya kesempatan untuk merilis album solo. Ronny sangat mengagumi seorang Dio. Mengenai kolaborasinya dengan gitaris Michael Wilton, karena kebetulan Michael tinggal di daerah Seattle, dan dia merasa terhormat bisa bekerja sama dengan musisi legendaris tersebut.

The Fire Within:

01. Far
02. What You Choose To Call Hell (I Call Home)
03. Deafening Hypocrisy
04. Rebuild The Ruins
05. Delirium
06. Demon Opera
07. Sea Of Souls
08. Desperate Man
09. Ivory Towers
10. Evil Genius
11. Ride Me
12. Man On The Silver Mountain

Ronny bakal berpartisipasi dalam festival Rocklahoma pada 11 Juli mendatang sebagai artis solo, sebelumnya pada tanggal 9 dia bakal tampil bersama Metal Church di panggung utama, bersama Anthrax dan Overkill. Promo tur bakal digelar untuk mensupport album ini, mulai dari Mei sampai Agustus mendatang.