Tag Archives: Hard Rock

The Queen of Metal Is Back!

Wicked Wonderland (2009)

Wicked Wonderland (2009)

Lita Ford kembali lagi setelah 15 tahun menghilang dengan merilis album terbarunya berjudulWicked Wonderland musim gugur mendatang via label pribadinya JLRG Entertainment. Jauh dari hingar bingar musik metal yang membesarkan namanya, dan pindah ke sebuah kepulauan di Karibia serta membesarkan kedua putranya, membuat Lita ingin kembali dengan beberapa konser pemanasan selama musim panas mendatang di Amerika Serikat dan Eropa. Mengomentari musik di album terbarunya, Lita menyebutkan bahwa kali ini dia mengusung musik yang lebih keras daripada sebelumnya. Album yang diproduseri bersama sang suami yang juga mantan vokalis band Nitro, Jim Gillette bersama Greg Hampton yang merangkap penulis lagu dan multi-instrumentalis, serta menjadi produser kawakan Alice Cooper, dan pentolan bandnya Science Faxtion (yang didukung Bootsy Collins, Buckethead dan Brain dari Guns N’ Roses). Dalam album ini Lita didukung drummer Stet Howland (ex-W.A.S.P.), Hampton pada bass, rhythm guitar dan keyboards, Gillette (background vocals), cover arts dikerjakan oleh mantan bassis Rob Zombie, Piggy D.

Lagu-lagu yang diusung Lita masih berkisah seputar erotisme dibalut musik hard rock yang kental dengan ciri khas permainan gitar yang menjadi trademark Lita selama ini. Dalam album ini akan diisi lagu-lagu yang juga bertema sosial seperti “Patriotic SOB”, “Piece (Hell Yeah)”, Lita juga berduet bersama Gillette dalam “Indulge” dan “Betrayal”, yang juga muncul dalam video game Brütal Legend, dimana Lita juga akan mengisi suara salah satu karakter bersama Jack Black, Lemmy Kilmister dan Rob Halford. Rekamannya kali ini membawa Lita sebagai sosok yang lebih matang sebagai seorang rocker legendaris, sekaligus seorang istri dan ibu bagi putra-putranya.

Lita muncul untuk pertama kalinya setelah sekian lama absen ketika tampil di konser Rocklahoma tahun lalu, kemudian disusul dengan festival Rock The Bayou di Texas. Lita memulai karirnya ketika berusia 17 tahun, sebagai lead guitarist band yang semua personilnya wanita, The Runaways. Karirnya sendiri telah mencetak best-selling album Out For Blood, Dancin’ On The Edge, Stiletto, Dangerous Curves dan album yang laris manis dan lagu-lagu yang membuat namanya semakin berkibar seperti “Kiss Me Deadly”, “Shot Of Poison”, “Hungry” dan Top 10 hit duetnya bersama Ozzy Osbourne, “Close My Eyes Forever”. Meskipun lama tidak berkecimpung di dunia musik rock & metal, Lita tidak akan mengusung musik mellow, dia tetap akan menunjukkan kepada dunia bahwa seorang wanita sekaligus ibu ini bisa tampil dalam form terbaiknya sebagai rocker sejati. “I missed playing rock’n’roll”, imbuhnya.

Lita Ford (2008)

Lita Ford (2008)

Iklan

Pengukuhan Diri Seorang Jorn Dalam ‘Spirit Black’

Spirit Black (2009)

Spirit Black (2009)

Frontiers Records mengumumkan bahwa peluncuran album terbaru Jorn yang berjudul Spirit Black, direncanakan pada tanggal 5 Juni di kawasan Eropa dan 14 Juli di Amerika Serikat. Jorn Lande, yang banyak disebut penggemar dan kritikus sebagai salah satu vokalis hard rock dengan suara paling pas di akhir abad 20 lalu, kini siap mengukuhkan dirinya sebagai salah satu vokalis/penulis lagu yang layak diperhitungkan di kancah musik rock dunia melalui Spirit Black, yang mencoba mendobrak dengan nuansa hard rock klasik era 80-an, dan yang pasti bakal memuaskan para penggemarnya yang suka dengan album terakhirnya Lonely Are The Brave, yang dirilis Juni 2008 lalu. Formasi dibelakang layar sepertinya tidak berubah, masih menggandeng produser Tommy Hansen (yang juga pernah menangani Helloween) di Jailhouse Studios Denmark untuk menghasilkan kekayaan suara gitar dan vokal yang menjadi trademark semua album Jorn. Jorn menyatakan bahwa albumnya kali ini bisa dibilang perpaduan antara The Duke dan Lonely Are The Brave, dan dia merasa bahwa lagu-lagu yang ada di dalamnay bisa menjadi potential klasik hard rock di masa mendatang.

Musik yang diusung kini lebih terfokus dan tidak terlalu bereksperimen. Jorn mengakui bahwa dia hanya ingin mempersembahkan sebuah album hard rock yang akan dikenang sepanjang masa. Karena dia sadar, ketika sudah memasuki masa milenium, dia lebih diterima sebagai vokalis/musisi klasik rock. Jorn juga mempersiapkan promo tour keliling dunia pada akhir musim panas mendatang dengan band yang selama ini membantunya, gitaris Jgor Gianola dan Tore Moren, bassis Nic Angileri dan drummer Willy Bendiksen. Beberapa tema lagu yang ada adalah dari demo yang pernah mereka kerjakan bersama dan menjadi bagian penting dari album Spirit Black. When we were younger we usually never cared about what we did yesterday, only about the future, but the past can sometimes reveal hidden treasures and I discovered great potential in some of these song ideas”.

Kekuatan vokal dan gaya menulis lagunya yang solid membawa Jorn sebagai salah satu legenda di kancah musik hard rock dunia. Dalam karir bermusiknya, setidaknya sudah dirilis lebih dari 30 album sebagai frontman grup seperti Millenium, Ark dan Masterplan, bahkan kemudian juga tampil dalam proyek spektakuler Tobias Sammet, Avantasia bersama Alice Cooper dan Eric Singer (KISS), Rudolf Schenker (Scorpions), Bob Catley (Magnum) dan dalam konsep album Arjen Lucassen, Ayreon.

Spirit Black:

01. Spirit Black
02. Below
03. Road of the Cross
04. The Last Revolution
05. City Inbetweeen
06. Rock And Roll Angel
07. Burn Your Flame
08. World Gone Mad
09. I Walk Alone
10. The Sun Goes Down (bonus track hanya ada dalam digipack edisi terbatas pertama)

Sebagai komplemen dari album baru tersebut, Frontiers akhirnya merilis DVD untuk publik Amerika Live in America yang rencananya dirilis pada 14 Juli mendatang.

Jorn Lande (2009)

Jorn Lande (2009)

Lip-Synch In Rock: David Coverdale Vs Joe Lynn Turner

Say No to Lip-Synch in Rock

Say No to Lip-Synch in Rock

35 tahun yang lalu, ketika Pete Townsend (gitaris The Who) pertama kali tampil solo di Roundhouse London dengan bantuan rekaman tape (playback) untuk mengiringinya, mungkin sesuatu hal yang baru saat itu dan agak menggelitik, karena dia tidak membawa serta band pengiring. Dan tradisi semacam itu sampai sekarang masih ada, dan satu lagi yang dikenal dengan lip-synch, ketika seorang artis/sebuah grup band mempergunakan playback (sudah termasuk dengan lead vokal) untuk mengiringi performance mereka. Walau dalam kancah musik rock bisa dibilang tindakan yang ‘kurang pantas’ atau ‘tidak jantan’ untuk sebuah band rock/metal. Namun, yang satu ini agak menggelitik juga untuk disimak. Beberapa hari yang lalu, Joe Lynn Turner (Rainbow, Deep Purple, Yngwie Malmsteen) melakukan wawancara dengan sebuah majalah musik di Spanyol The Metal Circus, menyatakan bahwa pentolan Whitesnake, David Coverdale melakukan lip-synch (mempergunakan pre-recorded tapes) ketika perform dalam konsernya. Sontak saja berita ini membuat David kebakaran jenggot dan mencak-mencak serta menyebut Joe sebagai (maaf) ‘tukang sodomi gila’.

Dalam wawancaranya tersebut, Joe menyebutkan kejadian tersebut ditemuinya ketika dia bersama Graham Bonnet di Finlandia, pada Juni tahun lalu, tepatnya di festival Sauna Open Air, dimana Whitesnake juga berpartisipasi disana. Semua yang hadir di sana menyaksikan David mempergunakan rekaman live untuk untuk mengiringinya. Jika rekaman ini dipergunakan sebagai backing vokal, itu masih bisa dimaklumi, ketika tidak satupun personil band menjadi backing vokal. Joe menyatakan bahwa banyak saksi mata pada waktu itu dan ini bukan rumor. Joe sendiri mempergunakan sebuah alat DigiTech untuk membantunya sebagai backing vokal. Namun DigiTech ini bukanlah sample suara, setiap suara yang masuk ke sana akan diproses seperti apa adanya, hasilnya akan jelek jika dia menyanyi dengan jelek. To use tapes for a lead vocal… I can understand backgrounds, if the [rest of the bandmembers] don’t sing. But for lead?! You’ve gotta be kidding!”

Menanggapi hal tersebut, kepada majalah Classic Rock, David menyangkal melakukan hal tersebut, David juga membenarkan bahwa rumor ini tersebar luas di Jerman dan Spanyol tahun lalu, ketika mereka tur bersama Alice Cooper, dan mereka mempunyai seorang saksi, Frank Thiessis yang duduk di mixer FOH untuk mengkonfirmasi bahwa rumor tersebut tidak benar. Sampai-sampai label SPV (label Whitesnake) pun harus meminta Whitesnake mendatangkan saksi untuk membantah rumor tersebut. David juga mengaku masih berurusan dengan rumor bahwa dia akan bergabung dengan Van Halen, sejak musim panas tahun lalu. Dia juga tidak tahu harus berbuat apa, ketika rumor itu terus bergulir. Namun dia memastikan, “If this continues, I’ll get a some of my professional associates to make statements about this nonsense.”

It’s absolutely ridiculous, don’t you think?

Billy Sheehan Rilis Holy Cow!

Holy Cow (2009)

Holy Cow (2009)

Bassis yang sangat bertalenta Big Bad Billy Sheehan (Mr. Big, David Lee Roth, Talas) bakal menggelar pesta peluncuran album solo ketiganya, Holy Cow (Mascot Records USA) di GIT Hollywood, California pada tanggal 30 April 2009. Pertunjukan spesialnya ini bakal digelar di Musicians Institute Amphitheatre, dan dibuka untuk umum. 500 penggemar pertama akan mendapatkan kursi paling dekat dengan panggung dan bertemu sang master. Album yang dirilis di Amerika Utara pada 14 April ini sekaligus mengukuhkan talenta yang luarbiasa dari William ‘Billy’ Sheehan sebagai singer/songwriter dan juga instrumentalis. Dalam albumnya, Billy menggandeng beberapa musisi papan atas, seperti Billy Gibbons (ZZ TOP) dalam “A Lit’l Bit’l Do It To Ya Ev’ry Time”, Paul Gilbert (Mr. Big, Racer X) dalm “Dynamic Exhilarator”, Dug Pinnick (Kings-X) dan drummer Ray Luzier dalam “Turning Point” serta shred master Tony MacAlpine.

Holy Cow:

01. In A Week Or Two (I’ll Give It Back To You)
02. Dynamic Exhilarator
03. A Lit’l Bit’l Do It To ‘Ya Ev’ry Time
04. A Bloodless Casualty
05. Make It To Another Day (I Keep Rolling On My Way)
06. Another Broken Promise
07. Just Another Humanoid
08. Turning Point
09. Two People Can Keep A Secret (If One Of Them Is Dead)
10. Theme From An Imaginary Science Fiction
11. Cell Towers
12. Swimming Underwater (Bonus track Jepang)

Avenged Sevenfold Segera Masuk Studio

Avenged Sevenfold

Avenged Sevenfold

Setelah hampir dua tahun menggelar promo tur album Avenged Sevenfold keliling dunia, band hard rock asal Orange County, California, Avenged Sevenfold akan segera mengakhiri rangkaian turnya pada 2 konser besar, yaitu Nokia Theatre di Los Angeles pada 16 April dan di San Diego Sports Arena pada 17 April. Avenged Sevenfold juga akan tampil dalam The Joint di Hard Rock Hotel & Casino di Las Vegas pada Sabtu harinya, 18 April dengan bintang tamu Atreyu dan Rev Theory. Ini adalah konser terakhir mereka sampai tahun 2010, karena mereka akan segera masuk studio untuk melakukan rekaman album baru. Avenged Sevenfold juga menjadi band pembuka Iron Maiden untuk tur arena keliling Eropa, dan juga tur bersama Rockstar Taste of Chaos. Saat ini mereka sedang menyelesaikan rangkaian tur ketiga di Amerika Utara bersama Buckcherry, yang dimulai musim gugur silam, dan mengalami sukses luar biasa, serta permintaan memperpanjang tur.

Album Avenged Sevenfold yang dirilis pada Oktober 2007 silam, menduduki jawara tangga album Billboard Alternative, Hard, and Rock. Album tersebut juga memenangkan penghargaan Best Album di ajang 2008! Kerrang! Awards. Album yang memulai debut langsung menduduki posisi 4 di Billboard 200 ini juga telah meraih sertifikasi gold dari Recording Industry Association of America.

Awal Januari 2009 lalu, Avenged Sevenfold mengcover lagu milik Black Sabbath “Paranoid” yang dirilis dalam sebuah album kompilasi Warner Bros, berjudul Covered, A Revolution in Sound. Mereka sebenarnya ingin mengcover lagu “Strubb (A Dub)” milik Mr. Bungle, namun lagu tersebut tidak termasuk dalam daftar lagu yang diserahkan oleh pihak Warner Bros.

Musisi:

  • M. Shadows — lead vocals, keyboards, guitars, synth, organ (1999 – sekarang)
  • Zacky Vengeance — rhythm guitar, acoustic guitars, backing vocals, piano (1999 – sekarang)
  • The Rev — drums, percussion, backing vocals, piano (1999 – sekarang)
  • Synyster Gates — lead guitar, backing vocals, piano, keys, synth, organ (2000 – sekarang)
  • Johnny Christ — bass, backing vocals (2002 – sekarang)

The Gathering Menunggu ‘The West Pole’

the_west_pole

The West Pole (2009)

Band Rock asal Netherland The Gathering akan merilis album baru yang sudah lama dinantikan The West Pole, serentak di Amerika Utara pada 2 Juni mendatang via Season of Mist. Sedangkan untuk benua Eropa dirilis serentak pada 4 Mei via label mereka sendiri, Psychonaut Records. Album The West Pole merupakan debut bersama vokalis baru mereka Silje Wergeland, mantan vokalis band asal Norwegia, Octavia Sperati. Dalam album ini juga terdapat dua penyanyi tamu, Anne van den Hoogen dan Marcela Bovio (Stream of Passion), dan beberapa lagi musisi tamu.

Hans Rutten, sang drummer menyatakan, bahwa album studio kesembilan ini sangat kental dengan nuansa rock atmosferik, masih mengusung rock khas The Gathering, dan diproduseri oleh sang gitaris René Rutten dan mixing serta mastering dikerjakan oleh Zlaya Hadzich (yang juga mengerjakan album Souvenirs) dan René. Untuk lagu baru “All You Are”, “Treasure” dan “The West Pole” bisa didengar streaming di MySpace mereka. Sang vokalis Anneke van Giersbergen mengumumkan pengunduran dirinya dari The Gathering pada 2007 silam. Dan sekarang sedang sibuk dengan proyek terbarunya yang diberi nama Agua De Annique, yang baru saja merilis album Air, Oktober 2007 silam.

The West Pole:

01. When Trust Becomes Sound
02. Treasure
03. All You Are
04. You Promised Me A Symphony
05. The West Pole
06. Capital Of Nowhere
07. No Bird Call
08. Pale Traces
09. No One Spoke
10. Constant Run

Great White Rilis Rising

Rising (2009)

Rising (2009)

Masih digawangi personil lama Jack Russell, Michael Lardie, Audie Desbrow dan Mark Kendall, Great White telah menyelesaikan album terbaru mereka yang diberi judul Rising, yang bakal dirilis pada 21 April mendatang melalui Shrapnel Records, yang sekali lagi tetap mengusung musik lama mereka yang memadukan rock, melodi blues yang sangat kental. Band hardrock blues asal California selatan ini pertama kali memasuki kancah musik rock pada tahun 1984 dan sejak itu menikmati kesuksesan di seluruh dunia dengan penjualan lebih dari 6 juta keping. Sempat dinominasikan dalam Grammy Awards untuk kategori Best Hard Rock Performance melalu lagu “Once Bitten, Twice Shy” dan meraih sertifikasi dobel platinum untuk album …Twice Shy.

Sejak reuni pada awal 2007 silam dalam sebuah konser amal, veteran rock Great White sukses merilis album reuni Back To The Rhythm musim panas 2007, dan menggelar tour panjang memperingati 25 tahun mereka berkarir. Namun mereka harus kehilangan pemain bass Sean McNabb yang memilih keluar dan kemudian digantikan oleh Scott Snyder (mantan Ramos, Accomplice). Dengan lagu-lagu bercirikan blues yang kuat seperti “Face The Day”, “Rock Me” dan “Save Your Love” menjadi hits dunia, bisa juga ditemui di lagu baru mereka yang di kerjakan oleh keyboardis Michael Lardie. Masa kejayaan mereka berlangsung sampai akhir 80-an, dan sempat merekam dua album lagi bersama Capitol, Hooked, yang meraih sertifikasi gold dan Psycho City.

Rising:

01. Situation
02. All Or Nothin’
03. I Don’t Mind
04. Shine
05. Loveless
06. Is It Enough
07. Last Chance
08. Danger Zone
09. Down On The Level
10. Only You Can Do
11. My Sanctuary
12. Let’s Spend The Night Together

Personil:

Jack Russell – vocals
Michael Lardie – guitars, keyboards
Mark Kendall – guitars
Scott Snyder – bass
Audie Desbrow – drums