Veteran Kansas Bergabung Dalam Native Window

Native Window (2009)

Native Window (2009)

Para prog-rockers, khususnya penggemar berat band Kansas mungkin sangat menyayangkan kenapa dua pentolan band progressive rock asal Topeka, Steve Walsh (singer/keyboard/synth) dan Kerry Livgren (guitar/keyboard/synth) pernah menyatakan bahwa mereka tidak akan membuat album baru, namun kali ini ada sedikit angin segar buat para penggemar, dengan mengusung nama Native Window, Kansas minus Walsh, bakal merilis album perdana mereka pada 23 Juni mendatang via StarCity Records (milik Jeff Glixman, yang juga memproduseri beberapa album terlaris Kansas). Drummer Phil Ehart menyatakan, mereka juga sebenarnya tidak punya satu lagu pun ketika memulai band ini, mereka sedikit surprise ketika ternyata bisa merampungkan rekaman album perdana ini. Beberapa lagu ditulis oleh mereka sendiri, beberapa lagu berkolaborasi dengan penulis dari luar, serta beberapa lagu musisi lainpun dibawakan. Tanpa kehadiran suara Walsh, berarti tanpa nuansa keyboard yang menjadi khas musik Kansas. Gitaris Richard Williams menambahkan, mereka memang tidak ingin meniru apa yang telah dilakukan oleh Kansas, baik dalam proses penulisan lagu, musik yang dihasilkan, bahkan proses emulasi yang biasa dilakukan oleh Kansas.

Album ini diproduseri oleh Steve Rawls dan Native Window, serta direkam di Real 2 Reel Studios selama dua tahun, dengan formasi Ehart dan Williams, vokalis/bassis Billy Greer, dan violinis David Ragsdale, mencoba untuk menggali lebih dalam apa yang belum pernah dilakukan oleh Kansas secara musikal. Mereka tidak lagi berada dalam bayang-bayang anthem melodic rock ala Kansas, bahkan hampir semua personil tidak tahu harus membawa musik Native Window ke arah mana, namun yang pasti, sebuah lagu harus bisa dimainkan secara akustik dengan bagus. Dengan hanya berpegang satu kriteria tersebut, mereka mulai menciptakan lagu, bahkan walaupun hanya bagus dengan gitar akustik dan vokal saja, mereka akan menggali hanya dari sisi itu saja. Dan untuk penulisan lirik pun demikian juga. Semua personil punya andil baik hanya dengan judul lagu, satu bait lirik, chorus, harmonisasi, bahkan dengan hanya bergumam saja. Billy banyak mengeluarkan tema tentang sebuah lagu, dan semua akan mengembangkan ke dalam sebuah bentuk lagu.

Ketika ditanya lagu mana yang menjadi favorit mereka, Ragsdale tidak bisa menjawab hanya satu lagu, tapi semua lagu punya keistimewaan. Seperti mood dalam lagu “Miss Me”, serta bagaimana proses pengembangan lagu ini. Kemudian lagu “Blood In the Water” yang bisa membuatnya tersenyum lebar, Greer pun berpendapat sama tentang hasil karyanya ini, proses penulisan lagu dan rekaman yang santai serta menyenangkan belum pernah dirasakan setelah sekian lama berkutat dalam musik. Mereka akan melakukan promo di radio mulai 24 Juni mendatang, serta tour musim panas dan launching band di Kansas. Ehart juga berpesan, bagi mereka yang bertanya-tanya kenapa Walsh tidak ikut serta dalam proyek ini, bahwa Walsh sangat mensupport Native Window sejak awal proyek ini berlangsung.

Native Window (2009)

Native Window (2009)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s