Klasik Riff Bukan Milik Rocker Masa Kini

Classic Rock Riffs

Classic Rock Riffs

Beberapa hari ini saya banyak membaca tentang fenomena musik diluar sana yang bisa jadi menjadi salah satu acuan, atau referensi refleksi perilaku perkembangan musik di dalam negeri. Salah satu artikel yang saya baca adalah, ada fenomena kenapa lagu pop mainstream jarang sekali yang berdurasi panjang, paling sekitar 2 sampai 5 menit. Ternyata teknologi berperan disini. Unit untuk merekam sebuah single yang akan diputar di radio pada waktu itu hanya piringan hitam 45 rpm, untuk bisa membawa single ini ke radio, musisi atau label harus memikirkan hal ini. So, salah satu sebab ini mulai bisa jadi acuan atas efek-efek yang terjadi selanjutnya.

Musik pop mainstream mempunyai struktur musik repetitif alias berulang-ulang, antara verse, chorus dan sekali dipisahkan oleh bridge. Dengan struktur yang demikian, tidak memungkinkan untuk mengembangkan sebuah tema yang diusung dari lagu tersebut. Berbeda dengan para prog-rockers yang menciptakan lagu dengan trick memperdalam tema dan struktur musik lebih kompleks, sehingga lagu yang dihasilkan menjadi berdurasi panjang, seperti Yes, Pink Floyd, King Crimson sampai Marillion. The Beatles pernah mencoba trick ini dalam lagunya “Happiness is a Warm Gun”, yang terinspirasi oleh Incredible String Band dengan lagunya “A Very Cellular Song” (1968), tanpa harus melakukan pengulangan struktur, dengan menggabungkan beberapa elemen yang berbeda. Struktur dan tema yang diusung ini sepertinya juga menjadi efek dari sebuah lagu yang ‘harus’ berdurasi pendek ketika ingin diputar di radio. Alhasil, struktur sederhana ini menjadi sebuah trademark dari pop mainstream, bahkan sampai pada standart industri musik di negeri kita.

Salah satu efek dari tidak adanya pengembangan tema dalam sebuah lagu adalah, pop mainstream tidak punya cukup ruang untuk mengeksplore teksture lagu. Karena itu, dalam prog-rock, teksture lagu digarap sangat apik dan tanpa batas, dengan memanfaatkan penemuan synthesizer pada waktu itu. Memanipulasi sounds pada lagu-lagu prog-rock sangat penting perannya seperti peran rhythm dan melodi pada lagu pop mainstream. Dan efek yang mungkin akan kita hadapi ketika kita hanya mendengarkan pengulangan bagan dari pop mainstream adalah kebosanan. Apa yang ditawarkan sebuah pop mainstream? Bahkan riff gitar atau solo gitar pun tidak ada yang sanggup menyandang sebutan riff atau solo klasik, saya tidak melihat atau mendengar ada riff musisi atau rocker masa kini yang bisa menjadi riff klasik di masa mendatang. Mungkin ada satu dua di luar sana, namun radar saya belum sanggup menangkapnya. Anda bisa memberi tahu saya rekomendasi anda.

Apa yang akan anda lakukan ketika anda bosan dengan shuffle mode pada musik player anda? Apa yang akan anda putar? Serangkaian lagu berdurasi rata-rata 25 menit? Atau sekedar lagu yang enak dinikmati? Saya merindukan setidaknya seperti 25 riff klasik dibawah ini, yang mungkin juga ada yang lebih klasik dari 25 tersebut. Kenapa sebuah riff lagu itu penting, karena riff bisa jadi sebuah ukuran taste musik pendengar, karena mereka mencari yang enak didengar, gampang dimainkan, dan catchy. Mungkin kita harus menunggu sampai bulukan untuk sampai pada taraf memandang sebuah riff menyandang status ‘klasik’. Namun yang jelas, rocker masa kini tidak punya kesempatan untuk menciptakan riff atau solo klasik karena keterbatasan teknologi dan media (secara tidak langsung), dalam hal ini usaha untuk menembus inustri, yang bisa saya sedikit resume bahwa proses kreatif itu terpasung di tataran industri, bukan dari personal musisinya. Apakah karena keterbatasan-keterbatasan tersebut, rocker masa kini tidak mampu menciptakan memorable riffs? Atau memang mereka tidak mampu karena tidak bisa dan malas?

“This isn’t about who’s the flashiest guitarist. It’s more about the guitarists and songs that get you most excited.”

1. Smoke On The Water – Deep Purple (1973)
2. Whole Lotta Love – Led Zeppelin (1969)
3. Walk This Way – Aerosmith (1975)
4. Purple Haze – Jimi Hendrix (1967)
5. Sweet Child O Mine – Guns N Roses (1987)
6. All Right Now – Free (1968)
7. Ace Of Spades – Motorhead (1980)
8. Enter Sandman – Metallica (1991)
9. Black Dog – Led Zeppelin (1971)
10. Welcome To The Jungle – Guns N Roses (1987)
11. Start Me Up – The Rolling Stones (1981)
12. Paranoid – Black Sabbath (1970)
13. Paradise City – Guns N Roses (1987)
14. Back In Black – AC/DC (1980)
15. Johnny B Goode – Chuck Berry (1958)
16. Run To The Hills – Iron Maiden (1982)
17. Highway to Hell – AC/DC (1979)
18. My Generation – The Who (1965)
19. Honky Tonk Women – The Rolling Stones (1969)
20. Rocky Mountain Way – Joe Walsh (1973)
21. Master of Puppets – Metallica (1987)
22. Walk – Pantera (1992)
23. Voodoo Chile (Slight Return) – Jimi Hendrix (1967)
24. Smells Like Teen Spirit – Nirvana (1993)
25. Ain’t Talking About Love – Van Halen (1978)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s